Mimpiku tentang Ayah
Aku bawa mobil hitam, berjalan di belakang mobil merah BMW yang dikendarai oleh seorang sopir pria. Sepertinya dia sopir pribadiku. Mama yang duduk di sebelahku berkata bahwa mobil di depan jalannya tidak benar. Ternyata benar, ban mobil melindas kaleng soda dan merusak karet ban. Mobil merah itu menepi, aku pun mengikuti. Sang sopir keluar, tapi bukannya mengecek ban, ia malah membuka mesin dan mencabut kabel-kabel yang ada. Mengangkat aki dan mengosonginya, lalu aku pun keluar dari mobil dan menghampiri sang sopir. Kutanya, apa yang rusak, dan dia bilang, “Saya minta satu juta untuk memperbaiki ini.” Aku marah bukan main. Ngomel tidak karuan, dan di situ – berdekatan dengan sang sopir, berdiri seorang pria yang juga peduli dengan rusaknya mobil. Pria itu masih kelihatan muda. Sepertinya, dalam mimpiku, dia adalah ayahku.
Aku yang masih marah-marah berjalan menuju sebuah toko milik ayahku atau mungkin toko itu adalah langganan ayahku. Aku masuk toko dan langsung teriak pada sopirku, “You are fired!” (dalam mimpi itu aku juga menggunakan bahasa inggris). Beberapa orang laki-laki yang berada di toko itu keberatan dengan keputusanku dan bahkan menyalahkan mamaku untuk itu. Aku semakin kalap. “Fuck you all! You dont know my mom. So dont speak anything about my mom!” Dua kali kalimat itu kuucapkan.
Aku sambil menangis berkata lirih, tapi cukup bisa didengar, “forgodsake! She just divorced!”
Kemudian ku lihat ayahku – dengan gambaran seorang laki-laki goodlooking dan masih tampak muda (at least I thought that he was my dad), berdiri di depanku seperti sedang membayar sesuatu di kasir. Aku melihatnya, dia melihatku pula. Aku langsung menjabat tangannya, mengucapkan terima kasih, “Thank you for everything …” dan aku menangis, dan ayahku itu langsung memelukkku, memegang wajahku yang sudah berlinang air mata, dan kutetap berkata, “Thank you for the wonderful birthday party. It was so beautiful.” Dia pun menangis, dan aku histeris.
Kemudian ku terbangun, dengan wajahku yang basah linangan air mata. Ternyata aku sudah lama nangis nya
Aku bangun dan menyelesaikan tangisanku, trus lihat jam yang menunjukkan pukul 4.35, trus ambil pen ama kertas, nulis ni mimpi, trus masuk kamar mandi.
Valhalland, 27 February 2007
Only For Your Information: Ayahku mengirim sebuah SMS, bahwa kakak iparnya di Magelang meninggal tanggal 28 Februari 2007, pukul 3:32 PM.